Baznas Probolinggo Perkuat Pembinaan Muallaf dan Kerukunan Umat Beragama di Desa Wonokerso - RADAR-NASIONAL.COM

Rabu, 23 September 2026

Baznas Probolinggo Perkuat Pembinaan Muallaf dan Kerukunan Umat Beragama di Desa Wonokerso

PROBOLINGGO – Radar-nasional.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pendampingan bagi warga muallaf. Langkah ini dilakukan agar proses menjadi muslim tidak berhenti pada ikrar syahadat, melainkan berlanjut hingga peningkatan pemahaman agama dan pengamalan syariat Islam secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan iman dan taqwa (Imtaq) serta penyerahan bantuan sembako bagi para muallaf di Masjid Nurul Hidayah, Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama Komisioner Baznas KH. Mudlofir dan Hj. Nur Ayati. Turut hadir perwakilan MUI Kabupaten Probolinggo Kiai Jamaluddin Al Ghazi dan Ust. Khairil Anwar, serta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menyampaikan bahwa kualitas pemahaman keagamaan warga muallaf di Desa Wonokerso menunjukkan peningkatan positif berkat bimbingan rutin yang selama ini berjalan.
"Alhamdulillah, perkembangan pemahaman warga muslim di Desa Wonokerso ada peningkatan kualitas karena sudah ada yang membimbing. Kualitasnya sudah lumayan baik, walaupun tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut," ujar Muzammil.

Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan harus dilakukan secara konsisten agar para muallaf mampu memahami serta menjalankan kewajiban agama secara utuh.

"Tujuan kami membina adalah agar lima Rukun Islam mampu dilaksanakan oleh para muallaf. Dengan begitu, ada nilai tambah sehingga menjadi muslim yang kaffah—tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi mendalami dan mengamalkan syariat Islam secara menyeluruh," tegasnya.
Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Kecamatan Sumber

Di samping pembinaan keagamaan, Muzammil mengapresiasi tinggi kehidupan sosial masyarakat di Desa Wonokerso. Ia mengaku kagum dengan kerukunan yang terjalin erat antara warga muslim dan masyarakat Hindu yang menjadi mayoritas di wilayah lereng pegunungan tersebut.

"Kerukunan antara warga muslim dan warga Hindu yang menjadi mayoritas di Desa Wonokerso sangat luar biasa. Warga saling menghargai dan tidak ada tendensi yang dapat memicu ketersinggungan antarumat beragama. Sikap toleransi ini sangat nampak dan perlu terus dipupuk," ungkap Muzammil.

Menurutnya, penguatan aqidah bagi warga muallaf harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keharmonisan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan dan Penyaluran Asnaf Zakat

Guna memperkuat pendampingan di lapangan, Baznas Kabupaten Probolinggo membuka ruang sinergi luas dengan berbagai pihak di tingkat lokal, seperti penyuluh agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan MUI Kecamatan Sumber.

"Jika membutuhkan bimbingan, mari berkolaborasi kembali dengan Baznas. Di sini sudah ada penyuluh agama, DMI, dan MUI Kecamatan Sumber. Semua elemen bisa saling bersinergi dan ini sudah menjadi komitmen bersama," jelasnya.

Muzammil menambahkan, Baznas Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen memperhatikan kelompok muallaf dalam skema penyaluran zakat, infak, dan sedekah, mengingat muallaf merupakan salah satu golongan penerima zakat (asnaf).

"Dalam zakat terdapat delapan asnaf, salah satunya adalah asnaf muallaf. Baznas tidak akan tinggal diam dan akan terus memberikan perhatian agar zakat dari para muzakki disalurkan kepada yang berhak, sekaligus membantu mereka hidup harmonis bersama masyarakat sekitar," pungkasnya. (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda