PROBOLINGGO – Radar-nasional.com - Langkah konkrit memperkuat infrastruktur berbasis energi gas mulai direalisasikan di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu 16/9/2026. Kehadiran industri pengolah energi ini diproyeksikan mampu memperkuat pasokan energi bagi pelaku usaha, meningkatkan daya tarik investasi daerah, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Direktur Utama PT Aqua Gas Energi (AGE), Ir. H. Yunus Nafiq, menegaskan bahwa ketersediaan energi yang efisien dan berkelanjutan menjadi salah satu pilar utama perkembangan industri manufaktur. Oleh karena itu, PT AGE siap mendukung penuh kawasan industri di Kabupaten Probolinggo dan wilayah sekitarnya melalui penyediaan pasokan energi gas yang stabil.
"Pelaku usaha membutuhkan energi yang efisien, sedangkan masyarakat membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Kami siap mendukung perkembangan Probolinggo dan sekitarnya," ujar Yunus.
Pasokan gas yang disiapkan tidak hanya ditujukan untuk sektor industri skala besar, tetapi juga untuk rumah sakit dan pengguna energi strategis lainnya. Saat ini, PT AGE memiliki kapasitas pengembangan mencapai 2,8 juta meter kubik per bulan, dan ditargetkan meningkat hingga 5,7 juta meter kubik per bulan.
Jaringan distribusi gas ini direncanakan menjangkau berbagai wilayah strategis di Jawa Timur, seperti koridor Pasuruan, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, hingga wilayah Madiun dan sekitarnya.
Yunus menambahkan, efisiensi biaya dan kontinuitas pasokan merupakan dua faktor penentu daya saing industri manufaktur.
Pengembangan industri energi ini diharapkan membawa sejumlah dampak positif, antara lain:
• Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka kesempatan kerja baru serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di bidang teknik.
• Penguatan Logistik & Transportasi: Mendorong peningkatan aktivitas distribusi, transportasi, dan armada logistik regional.
• Pertumbuhan UMKM Pendukung: Memicu lahirnya ekosistem usaha pendukung di sekitar kawasan industri dan meningkatkan aktivitas industri pengguna gas.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Ugas Irwanto, menyambut positif masuknya investasi berbasis energi gas ini. Menurutnya, kepastian pasokan energi dengan harga kompetitif merupakan daya tarik utama bagi para investor untuk menanamkan modal di daerah.
Pemkab Probolinggo terus berkomitmen menyiapkan kawasan peruntukan industri yang ramah investasi. Sejumlah persoalan legalitas tanah, termasuk regulasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), telah diselesaikan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
"Alhamdulillah, beberapa persoalan LSD sudah clear dan mendapat persetujuan dari Kementerian Agraria," kata Ugas.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi strategis untuk pengembangan kawasan industri, seperti Kawasan Industri Tongas seluas sekitar 800 hektare serta koridor utama di sepanjang wilayah Paiton. Pemkab Probolinggo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mendapat dukungan anggaran infrastruktur pendukung skala besar.
"Ini merupakan potensi besar bagi Kabupaten Probolinggo. Kami optimistis investasi energi gas dari PT AGE ini dapat memancing masuknya industri-industri lain ke daerah kita," pungkas Ugas. (mis)