Baznas Probolinggo Salurkan Bantuan 10 Gerobak Usaha untuk Dorong Kemandirian Mustahik - RADAR-NASIONAL.COM

Senin, 12 Oktober 2026

Baznas Probolinggo Salurkan Bantuan 10 Gerobak Usaha untuk Dorong Kemandirian Mustahik

PROBOLINGGO – Radar-nasional.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sarana usaha berupa 10 unit gerobak kepada para mustahik (penerima zakat) pada Senin (12/10/2026). 
Program pemberdayaan ekonomi ini dihadirkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong penerima bantuan agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, bersama Wakil Ketua 2 Baznas Kabupaten Probolinggo, KH. Mudloffir, serta jajaran jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Probolinggo.
Bantuan yang diserahkan terdiri dari dua model gerobak, yakni gerobak berbentuk booth (kotak) dan gerobak konvensional. Penyesuaian bentuk ini dilakukan berdasarkan jenis usaha kuliner yang dijalankan masing-masing penerima, seperti jualan nasi, mie, gorengan, hingga aneka makanan lainnya.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat yang terlaksana berkat sinergi antara Baznas Kabupaten Probolinggo dan Baznas Provinsi Jawa Timur. Bantuan sarana usaha tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan pengajuan proposal masing-masing penerima.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa mendistribusikan gerobak yang sudah diajukan sekitar tiga bulan lalu oleh para penerima. Kami mengomunikasikan program ini dengan Baznas Provinsi Jawa Timur, sehingga bantuan ini terwujud atas kolaborasi bersama," ujar Muzammil.

Muzammil menegaskan, program ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat yang membutuhkan. Dengan tempat usaha yang lebih layak, para mustahik diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta menarik lebih banyak pelanggan.

"Harapannya, bantuan ini menjadi sarana bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki gerobak atau kondisi gerobaknya sudah rusak untuk kembali membangkitkan usahanya. Dengan fasilitas yang lebih baik, mudah-mudahan ada peningkatan sumber ekonomi keluarga," terangnya.

Pemantauan Berkala dan Evaluasi Berbasis Indeks Zakat Nasional

Untuk memastikan bantuan tepat guna dan memberikan dampak nyata, Baznas Kabupaten Probolinggo akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap perkembangan usaha para penerima. Evaluasi dijadwalkan berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan setelah penyaluran bantuan.

"Evaluasi ini penting untuk mengetahui kondisi usaha sebelum dan sesudah menerima bantuan, termasuk sejauh mana sarana yang diberikan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan ekonomi," jelas Muzammil.
Ia menambahkan, program pemberdayaan ekonomi ini memiliki mekanisme pemantauan melalui Indeks Zakat Nasional (IZN). Hal ini dilakukan untuk mengukur efektivitas program pemberdayaan serta besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh para mustahik.

Sebagai bentuk komitmen, setiap penerima bantuan wajib menandatangani perjanjian dengan pihak Baznas. Kesepakatan tersebut bertujuan memastikan bahwa fasilitas yang diterima digunakan sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam proposal.

"Apabila bantuan tidak dimanfaatkan atau usaha tidak berjalan, sarana tersebut dapat dikembalikan kepada Baznas untuk selanjutnya dialihkan kepada mustahik lain yang membutuhkan dan siap memanfaatkannya," tegas Muzammil.

Lebih lanjut, Muzammil menjelaskan bahwa tujuan utama program pemberdayaan ekonomi Baznas adalah membantu mustahik meningkatkan taraf hidup secara bertahap. Dalam jangka panjang, para penerima diharapkan dapat menjadi lebih mandiri, bahkan bertransformasi menjadi muzaki (pembayar zakat).

"Saya memohon dengan hormat agar bantuan ini dimanfaatkan dengan baik sesuai pengajuan. Jika bantuan ini benar-benar bermanfaat dan usahanya berkembang pesat, kami sebagai amil tentu merasa bersyukur dan bahagia melihat mereka bisa mandiri secara ekonomi," pungkasnya. (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda