Wonosari, 13 Mei 2026 - radar-nasional.com Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari terus menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan budaya kerja yang profesional, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial klien Pemasyarakatan.
Sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapas Wonosari tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, tetapi juga menghadirkan pendekatan pembimbingan yang humanis, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai layanan publik terus diperkuat, mulai dari layanan penelitian kemasyarakatan (Litmas), pendampingan anak berhadapan dengan hukum, layanan integrasi seperti pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat, layanan konsultasi masyarakat, hingga layanan pengaduan yang mudah diakses dan transparan.
Dalam mendukung kualitas pelayanan publik sekaligus pembangunan Zona Integritas, Bapas Wonosari menghadirkan inovasi SIDAK BIJAK (Sistem Informasi Data Klien – Bimbingan dan Kerja Sama) sebagai sistem pemantauan pembimbingan klien Pemasyarakatan secara lebih terstruktur dan terukur. Melalui inovasi ini, perkembangan pembimbingan klien dapat dipantau dengan lebih efektif sekaligus mendukung sinergi data dan pemberdayaan bersama instansi terkait.
Selain itu, Bapas Wonosari juga menghadirkan inovasi LAWANG SRI (Layanan Pengawasan dan Bimbingan Keliling Bapas Wonosari) melalui pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung lingkungan tempat tinggal klien. Inovasi ini memudahkan proses pengawasan dan pembimbingan agar lebih dekat, fleksibel, dan responsif terhadap kondisi klien.
Kepala Bapas Kelas II Wonosari, Andi Gafriana Mutiah, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus diwujudkan melalui pelayanan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya tentang memperoleh predikat WBK atau WBBM, tetapi bagaimana kami memastikan bahwa setiap pelayanan yang diberikan benar-benar membawa manfaat, memberikan rasa keadilan, serta menghadirkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa inovasi pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui inovasi SIDAK BIJAK dan LAWANG SRI, kami ingin memastikan bahwa proses pembimbingan dan pengawasan klien berjalan lebih efektif, terukur, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis,” tambahnya.
Dengan semangat reformasi birokrasi dan perbaikan berkelanjutan, Bapas Kelas II Wonosari optimistis mampu menghadirkan birokrasi yang bersih, profesional, adaptif, dan dipercaya masyarakat. Pembangunan Zona Integritas diharapkan tidak hanya menjadi target institusi, tetapi menjadi budaya kerja yang hidup dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. ( AM )