PROBOLINGGO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo resmi membuka tahapan penjaringan dan penyaringan Calon Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2030. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pernyataan mengejutkan dari Ketua Umum KONI periode berjalan, H. Zainul Hasan, yang menegaskan diri tidak akan maju kembali dalam bursa pemilihan tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam acara sosialisasi dan konferensi pers bersama awak media yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo, pada Selasa 30/6/2026.
Estafet Kepemimpinan di Masa Emas Prestasi Olahraga Probolinggo
Dalam sambutannya, Zainul Hasan mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak mencalonkan diri didasari oleh keinginan memberikan regenerasi kepemimpinan serta faktor personal untuk fokus bersama keluarga. Ia menegaskan, keputusan mundur ini diambil di tengah tren positif performa olahraga daerah.
"Ini adalah masa emas bagi prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo. Kita berhasil menembus peringkat 19 besar se-Jawa Timur, melampaui beberapa daerah tetangga yang secara fasilitas dan keberadaan perguruan tinggi olahraga jauh lebih diunggulkan. Saya berharap ketua berikutnya mampu membawa prestasi kita melompat lebih tinggi lagi," ujar Zainul Hasan.
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan, Mukhlis Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi partai kebangkitan Bangsa (PKB) mengonfirmasi bahwa kepanitiaan telah mengantongi legitimasi formal melalui Surat Keputusan (SK) KONI Kabupaten Probolinggo Nomor 068/KONI-Kab.Probolinggo/SKEP/VI/2026. Mukhlis mengapresiasi warisan prestasi (legacy) yang ditinggalkan oleh kepengurusan lama dan menyebut tantangan ke depan akan semakin besar.
"Olahraga saat ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen pemersatu daerah, pendongkrak ekonomi masyarakat melalui sport tourism, industri kreatif, hingga promosi pariwisata daerah. Oleh karena itu, Kabupaten Probolinggo membutuhkan figur pemimpin baru yang bervisi kuat dan siap menghibahkan waktu penuhnya untuk membina para atlet," kata Mukhlis.
Jadwal dan Tahapan Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo 2026
Guna memastikan proses suksesi berjalan transparan dan akuntabel, Panitia Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) menetapkan lini masa pelaksanaan sebagai berikut:
6 – 10 Juli 2026: Pengambilan dokumen pendaftaran bakal calon ketua umum di Kantor KONI Kabupaten Probolinggo.
13 – 17 Juli 2026: Pengembalian dokumen persyaratan bakal calon ketua umum.
18 – 19 Juli 2026: Proses verifikasi dan validasi formulir pendaftaran oleh tim panitia.
20 – 21 Juli 2026: Masa perbaikan berkas bagi bakal calon yang belum memenuhi kelengkapan administrasi.
25 Juli 2026: Penetapan dan pengumuman resmi bakal calon Ketua Umum KONI yang lolos verifikasi.
26 – 31 Juli 2026: Hari tenang (ruang bagi Pengurus Cabang Olahraga untuk mengkaji visi-misi kandidat).
1 Agustus 2026: Pelaksanaan Musorkab KONI Kabupaten Probolinggo 2026.
Persyaratan Ketat Calon Ketua Umum KONI Probolinggo
Merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI yang berlaku, terdapat sejumlah kriteria mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pendaftar, di antaranya:
Domisili: Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sah Kabupaten Probolinggo.
Pengalaman Organisasi: Pernah tercatat sebagai pengurus KONI tingkat pusat/provinsi, atau minimal pernah menjadi pengurus aktif Cabang Olahraga (Cabor), dibuktikan dengan salinan SK resmi.
Pendidikan: Memiliki latar belakang pendidikan formal minimal lulusan SMA atau sederajat (menyertakan ijazah legalisir).
Dukungan Minimum Cabor: Wajib mengantongi rekomendasi tertulis minimal 20% dari total cabor aktif di bawah naungan KONI Kabupaten Probolinggo. Mengingat saat ini terdapat 44 cabor resmi, maka setiap kandidat minimal harus didukung oleh 9 cabor.
Aturan Rekomendasi Tunggal: Satu cabor hanya diperbolehkan merekomendasikan satu nama bakal calon. Jika ditemukan cabor yang memberikan dukungan ganda, maka rekomendasi dari cabor tersebut dinyatakan gugur atau tidak sah.
Persyaratan Hukum & Pakta Integritas: Tidak sedang terjerat permasalahan hukum serta wajib membuat surat pernyataan bermeterai Rp10.000 terkait kesiapan memaparkan visi-misi secara terbuka dan komitmen bersedia mengalokasikan waktu penuh (full-time) demi pembinaan prestasi olahraga Probolinggo.
Pihak panitia mengundang seluruh tokoh masyarakat, praktisi olahraga, dan figur potensial di Kabupaten Probolinggo yang memenuhi syarat untuk ikut serta mengambil bagian dalam bursa pemilihan ini demi kemajuan olahraga daerah. (mis)