KRAKSAAN – Radar-nasional.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ruang Amanah Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Senin (21/9/2026). Forum strategis ini diselenggarakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun anggaran 2026 sekaligus merumuskan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAT) tahun 2027.
Kegiatan Rakerda tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Probolinggo. Hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan, Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda, Kasi Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Yazid Zain, serta Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama jajaran komisioner.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil secara simbolis menyerahkan Laporan Keuangan Semester I Tahun 2026 kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo, Abd. Ghafur.
Sinergi Baznas Probolinggo dan UPZ dalam Pemetaan Potensi Zakat
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menjelaskan bahwa penyerapan aspirasi dari seluruh UPZ menjadi prioritas utama Rakerda agar penyusunan program kerja mendatang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program hingga September 2026, sekaligus menghimpun masukan dari seluruh UPZ sebagai bahan penyusunan program tahun 2027 agar dapat berjalan lebih sinergis dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ujar Muzammil.
Muzammil menambahkan, Rakerda ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan penguatan pemahaman terkait mekanisme pengumpulan hingga pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Fokus pembahasan juga mencakup pendataan potensi zakat masyarakat yang selama ini belum terdaftar resmi dalam sistem Baznas (non-balance sheet), seperti penyaluran zakat fitrah, kurban, dan bantuan anak yatim secara mandiri di tingkat desa.
"Baznas akan mendorong keterlibatan aktif UPZ dan membangun kolaborasi dengan OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo, termasuk Dinas Pertanian dan dinas terkait lainnya, untuk mendata potensi zakat tersebut secara menyeluruh," tambah Muzammil.
Komitmen Pemkab Probolinggo Mendorong Transparansi dan Sinergi Program
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo, Abd. Ghafur, menegaskan bahwa Rakerda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi yang penting untuk mengukur indikator capaian kinerja Baznas.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Baznas yang telah melaksanakan program dengan baik di bidang kemantuan, kesehatan, dakwah, advokasi, serta pemberdayaan ekonomi," kata Ghafur.
Ia mendorong agar pengelola zakat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor—meliputi Pemkab Probolinggo, Kementerian Agama, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan—guna mengoptimalkan potensi zakat daerah. Ghafur menekankan bahwa tata kelola yang transparan dan akuntabel merupakan modal utama dalam menjaga kepercayaan publik.
"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Setiap rupiah yang dihimpun harus dikelola secara amanah, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat serta peraturan perundang-undangan. Pemkab Probolinggo berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi ini demi mewujudkan. (mis)