Festival Literasi 2026: Pemkab Probolinggo Dorong Budaya Baca dan Generasi SAE - RADAR-NASIONAL.COM

Senin, 21 September 2026

Festival Literasi 2026: Pemkab Probolinggo Dorong Budaya Baca dan Generasi SAE

PROBOLINGGO – Radar-nasional.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar Festival Literasi Kabupaten Probolinggo 2026 pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo ini mengusung tema “Literasi Membumi, Probolinggo Mandiri Merajut Budaya Baca Menuju Masyarakat Kabupaten Probolinggo SAE”.

Festival ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di masyarakat. Selain itu, gelaran ini bertujuan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat kegiatan sosial berbasis inklusi serta sumber pengetahuan publik.
Dalam laporannya, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtiyas, menjelaskan bahwa pelaksanaan festival berlandaskan pada Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 62 Tahun 2018 tentang Gerakan Literasi Kabupaten Probolinggo serta Peraturan Perpustakaan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2026. Seluruh pembiayaan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpustakaan Nasional RI Tahun Anggaran 2026.

"Rangkaian kegiatan meliputi pencanangan Gerakan Kabupaten Probolinggo Membaca, penyerahan hadiah lomba bertutur, resensi buku, pembuatan video konten literasi, hingga apresiasi perpustakaan desa/kelurahan terbaik," kata Ulfiningtiyas.
Ia menambahkan, acara juga dimeriahkan dengan pameran literasi dan produk UMKM, bedah buku, gelar wicara bersama tokoh inspiratif, lokakarya penulisan dan pendokumentasian digital, serta gerakan "Sumbar" (Gerakan 1.000 Sedekah dan Berbagi Buku).

Bupati Probolinggo, dr. H. Mohamad Haris (Gus Haris), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegiat literasi yang terus konsisten mengedukasi masyarakat. Dalam pengarahannya, Gus Haris menegaskan bahwa hakikat literasi tidak sekadar aktivitas membaca dan menulis teks, melainkan proses mengolah pemahaman menjadi sebuah kebijaksanaan.
"Literasi itu bukan hanya membaca jutaan kata secara visual, melainkan bagaimana kita membuka jendela pikiran agar tidak merasa paling benar sendiri, mampu menerima pandangan yang berbeda, dan mengolahnya menjadi modal untuk bertindak lebih bijaksana," ujar Gus Haris.

Gus Haris menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemajuan literasi bukan hanya tanggung jawab Dispersip, melainkan tugas bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha melalui program CSR, serta komunitas lokal.
Secara khusus, Bupati menyoroti peran strategis kaum perempuan dan ibu rumah tangga dalam membina tumbuh kembang anak di rumah. Menurutnya, kebiasaan membaca di tingkat keluarga menjadi pondasi utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Probolinggo.

"Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Jika ibunya gemar membaca dan berwawasan luas, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Membangun kembali budaya membaca buku di tengah gempuran media sosial memang tantangan berat, tetapi harus kita galakkan secara konsisten hingga ke tingkat desa dan kecamatan," pungkasnya.

Melihat antusiasme peserta dan dampak positifnya, Bupati Probolinggo berharap skalanya dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang, termasuk merencanakan penggunaan Alun-Alun Kraksaan sebagai pusat kegiatan festival berikutnya. (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda