Lombok Timur — radar-nasional.com Ratusan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mendesak kepolisian untuk mengusut dugaan ujaran kebencian terhadap Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.
Pantauan detikBali, massa aksi dari 21 kecamatan di Lombok Timur, mendatangi Polres sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka menyampaikan orasi tuntutan sembari membawa berbagai atribut aksi.
Massa aksi menuntut ketegasan aparat penegak hukum (APH) untuk menangkap pemilik akun Facebook "Ika We Lah" yang diduga mengunggah tulisan yang mengandung ujaran kebencian dan caci maki terhadap pribadi Bupati Haerul Warisin.
Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Subhan, mengatakan berbagai kalangan masyarakat telah melayangkan laporan atas kasus tersebut sejak 17 Juli lalu. Namun, hingga kini kasus tersebut belum ada titik terang
"Kasus ini sebenarnya kasus kecil bagi kepolisian yang memiliki tim cyber dan keahlian mumpuni. Menangkap akun bodong seperti ini harusnya sangat mudah, cukup 1x24 jam. Namun sudah hampir satu bulan laporan kami masuk, jawabannya hanya minta 'sabar, sabar'. Sampai kapan kami harus sabar?" kata Subhan dalam orasinya, Kamis (6/8/2026).
Dalam aksi tersebut, massa aksi juga menyerahkan dokumen yang berisi tuntutan kepada pihak Polres Lombok Timur untuk ditandatangani. Hal ini sebagai bentuk jaminan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
"Kami tidak ingin ada kegaduhan di Lombok Timur. Kami datang dengan damai untuk menagih janji pihak kepolisian dan menjaga marwah pimpinan kita. Ini murni soal kemanusiaan dan harga diri warga Lombok Timur, tanpa ada tunggangan politik," imbuh Subhan.
Aksi tersebut diterima oleh jajaran Polres Lombok Timur, yang diwakili Kabag Ops, Kabag SDM, serta Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim. Mereka berjanji akan menyampaikan tuntutan massa aksi kepada Kapolres untuk ditindak lanjuti.
"Kami akan sampaikan tuntutan ini kepada pimpinan," ujar Kabag Ops, AKP I Gede Suardika di depan massa aksi. ( Tim )