SDN Tutur 2 Tidak Memperhatikan Keselamatan Siswa - RADAR-NASIONAL.COM

Senin, 05 Oktober 2026

SDN Tutur 2 Tidak Memperhatikan Keselamatan Siswa

Pasuruan - RadarNasional.com : Proyek Revitalisasi Sekolah merupakan program strategis nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyasar sekolah-sekolah dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai jenjang SMA/SMK.
Program Revitalisasi Sekolah ini tujuan utamanya adalah memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang layak, aman, nyaman, dan berkualitas untuk mendukung proses belajar mengajar.
Tapi lain halnya dengan yang terjadi di SDN Tutur 2 Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan ini, Team P2SP Proyek Revitalisasi Sekolah nya tidak memperhatikan dan memperdulikan keamanan dan keselamatan siswanya. Pekerjaan atap sekolah yang menggunakan baja ringan atau galvalum tidak sesuai dengan aturan dari Dinas Cipta Karya yang mewajibkan pengerjaannya harus memakai jasa aplikator baja ringan/galvalum, sertifikat tukang baja ringan/galvalum, bergaransi material 10 tahun, bergaransi aplikator 5 tahun, perhitungan struktur dan gambar struktur. Dan lebih parahnya lagi, baja ringan/galvalum nya di oplos dengan menggunakan 2 ( dua ) merek baja ringan/galvalum yang berbeda pabrikannya.
Team P2SP, Kepala Sekolah, Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas tidak mengerti atau tidak paham tentang syarat penggunaan baja ringan/galvalum yang disyaratkan dari Dinas Cipta Karya yang akan menimbulkan dampak yang sangat membahayakan.
Dinas Cipta Karya memberikan persyaratan yang ketat terhadap pemasangan baja ringan/galvalum karena banyaknya kejadian yang menimpa di beberapa sekolah yang atapnya roboh/ambruk akibat pengerjaannya tidak sesuai dengan syarat dari Dinas Cipta Karya.
Waktu di konfirmasi ke Kepala Sekolah SDN Tutur 2 Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan, jurnalis hanya di temui oleh guru yang ketika ditanyakan status nya hanya mengatakan sebagai wakil dari Kepala Sekolah, dan waktu ditanya panitia P2SP juga tidak berada di lokasi proyek, untuk pengerjaan atap baja ringan/galvalum katanya sesuai dengan arahan waktu bimbingan teknis agar memakai tenaga kerja di sekitar sekolah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar tanpa memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan.
Menurut Aplikator Resmi Baja Ringan/Galvalum, Ivan bahwa pengerjaan atap baja ringan/galvalum harus menggunakan software untuk menghitung jarak web dan perhitungan beban mati dan beban hidup.
" Pengerjaan atap baja ringan/galvalum harus dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli di bidangnya, sebab atap baja ringan akan beresiko roboh / ambruk apabila yang mengerjakan bukan tenaga ahli yang sudah bersertifikat, apalagi baja ringan/galvalum nya di oplos, hal ini tentu sangat beresiko tinggi, apalagi menggunakan genteng Bambe tentu beban yang di topang sangat berat dan bisa mengakibatkan roboh/ambruk." Tutur Ivan yang sudah lama berkecimpung dalam pembangunan atap baja ringan/galvalum.
Bagaimana tanggapan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengenai hal ini? Bersambung ( fun )

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda