Desa Ngadas Lestarikan Tradisi Arak-Arakan Pernikahan Adat Tengger - RADAR-NASIONAL.COM

Kamis, 04 Juni 2026

Desa Ngadas Lestarikan Tradisi Arak-Arakan Pernikahan Adat Tengger

Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, radar-nasional.com terus mempertahankan berbagai tradisi leluhur yang menjadi identitas masyarakat Suku Tengger. Salah satu tradisi yang masih dijaga hingga saat ini adalah prosesi arak-arakan pengantin atau Karak-karakan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian pernikahan adat Tengger.
Tradisi tersebut merupakan simbol kebersamaan, rasa syukur, serta doa keselamatan bagi pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Dalam pelaksanaannya, seluruh warga turut berpartisipasi sehingga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Ngadas.
Sebelum arak-arakan dimulai, keluarga yang memiliki hajatan terlebih dahulu melaksanakan ritual Semeningan Arak sebagai bentuk permohonan doa dan keselamatan. Setelah itu, rombongan berjalan secara berurutan dipimpin para sesepuh desa yang mengenakan pakaian adat Tengger. Di belakangnya terdapat pembawa sesajen, kemudian diikuti oleh pengantin beserta keluarga besar.
Sepanjang perjalanan, rombongan diiringi kesenian tradisional Kuda Joget atau Kuda Lumping khas Desa Ngadas yang menambah semarak suasana. Tradisi ini menjadi tontonan sekaligus sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Kepala Desa Ngadas, Mujianto MR, menuturkan pada 4 Juni 2026 bahwa tradisi arak-arakan pengantin merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.
"Tradisi arak-arakan dalam pernikahan adat Tengger bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta doa untuk keselamatan dan kebahagiaan pasangan pengantin. Kami berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap lestari sebagai identitas budaya Desa Ngadas," tuturnya.
Menurut Mujianto MR, keberagaman masyarakat Desa Ngadas yang terdiri dari pemeluk agama Hindu, Buddha, dan Islam tidak menjadi penghalang dalam menjaga adat istiadat. Justru semangat toleransi dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain tradisi arak-arakan pernikahan, masyarakat Desa Ngadas juga rutin melaksanakan berbagai upacara adat seperti Hari Raya Karo, Yadnya Kasada, Rabu Legi, dan Sadranan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Tengger.
Melalui pelestarian tradisi tersebut, Desa Ngadas terus memperkuat posisinya sebagai salah satu desa adat Tengger yang kaya akan nilai budaya sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Malang. ( Red )

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda