Kraksaan– radar-nasional.com Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen meningkatkan kemantapan infrastruktur jalan demi kenyamanan masyarakat. Sebagai langkah nyata, DPUPR menggelar perbaikan tambal sulam secara serentak di tiga ruas jalan kabupaten pada Kamis (11/06/2026).
Untuk mempercepat mobilisasi dan efisiensi pengerjaan, DPUPR mengerahkan armada truk alpomain (alat penambal jalan otomatis) yang disebar ke tiga zona wilayah, yakni wilayah barat, tengah, dan timur Kabupaten Probolinggo.
Detail Sebaran Perbaikan Jalan di Kabupaten Probolinggo
Pekerjaan pemeliharaan rutin ini mencakup tiga jalur penghubung utama dengan total panjang penanganan mencapai puluhan kilometer. Berikut adalah rincian titik perbaikan jalan tersebut:
Wilayah Barat: Tambal sulam dilakukan pada ruas jalan (R-21) Bantaran–Kuripan dengan panjang penanganan mencapai 5,590 kilometer.
Wilayah Tengah: Perbaikan menyasar ruas jalan (R-33) Paras–Klenang Kidul yang membentang sepanjang 9,300 kilometer.
Wilayah Timur: Akses jalan (R-89) Jabung–Besuk sepanjang 5,490 kilometer menjadi target pemeliharaan.
Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan ini merupakan agenda prioritas pemerintah daerah untuk memastikan jalur logistik dan mobilisasi warga tetap aman serta layak dilalui.
"Pekerjaan tambal sulam ini merupakan langkah cepat yang terus kami lakukan untuk menangani kerusakan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo. Dengan memanfaatkan armada truk alpomain, proses perbaikan dapat dilakukan lebih efektif sehingga kerusakan tidak semakin meluas," ujar Hengki saat dikonfirmasi.
Respons Cepat Berdasarkan Laporan Masyarakat
Hengki menambahkan, penentuan titik perbaikan jalan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas yang terukur. Selain mengandalkan tim pemantauan rutin di lapangan, DPUPR juga bergerak aktif merespons aduan dari masyarakat," pungkas Hengki
Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap, melalui perbaikan infrastruktur yang masif dan responsif ini, angka kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan secara signifikan sekaligus mampu mendongkrak roda perekonomian lokal. (mis)