Drama Kolosal Dewi Rengganis Pukau Penutupan HUT ke-81 RI di Kabupaten Probolinggo - RADAR-NASIONAL.COM

Senin, 31 Agustus 2026

Drama Kolosal Dewi Rengganis Pukau Penutupan HUT ke-81 RI di Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO — Radar-nasional.com Resepsi penutupan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Probolinggo berlangsung meriah pada Senin (31/8/2026) malam. Bertempat di halaman Kantor Bupati Kabupaten Probolinggo, acara ini diwarnai dengan beragam sajian seni dan budaya lokal, salah satunya pertunjukan drama kolosal kisah Dewi Rengganis yang sukses menyedot perhatian masyarakat.

Pertunjukan seni tersebut merupakan hasil kolaborasi tiga lembaga pelayanan kesehatan daerah, yakni RSUD Tongas, RSUD Wonolangan, dan RS Graha Sehat. Inisiatif lintas instansi ini digagas sebagai upaya konkret untuk memperkenalkan kembali kekayaan kearifan lokal serta legenda sejarah Kabupaten Probolinggo kepada publik.

Dokter Catur Prangga Wadana, Sp.A, M.Kes, yang tampil memimpin jajaran pemeran bersama Ning Ayu Novita Rahmawati, SE, menegaskan bahwa penangkatan legenda Dewi Rengganis didasari oleh keterikatan sejarah dan nilai tradisi yang kuat di wilayah Probolinggo.
Dalam pementasan tersebut, dr. Catur bersama Ning Ayu memerankan sosok Raja dan Ratu Brawijaya—figur orang tua yang melepas keberangkatan Putri Dewi Rengganis menuju Gunung Argopuro.

"Kemitraan tiga rumah sakit ini sepakat mengusung narasi budaya Dewi Rengganis. Kami menampilkan tarian dan lakon sebagai Raja dan Ratu Majapahit Brawijaya untuk mengilustrasikan awal perjalanan sejarah Dewi Rengganis menuju Gunung Argopuro," ujar dr. Catur.

Alur pertunjukan dibuka dengan tarian kolosal yang terintegrasi langsung ke dalam jalan cerita. Kombinasi gerak tari dan dialog teatrikal disajikan agar narasi sejarah lebih intuitif dan mudah dipahami oleh penonton dari berbagai kalangan.

Senada dengan hal tersebut, Ning Ayu Novita Rahmawati, SE, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Golkar, menyoroti pentingnya edukasi budaya berbasis seni pertunjukan. Menurutnya, Kabupaten Probolinggo memiliki khazanah cerita rakyat yang kaya—seperti legenda Dewi Rengganis hingga Roro Anteng dan Joko Seger—yang wajib dilestarikan.

"Penguatan kearifan lokal melalui kontestasi dan pementasan seni seperti drama kolosal ini jauh lebih efektif dibandingkan narasi lisan semata. Visualisasi tokoh, tarian, dan adegan memungkinkan masyarakat menyelami atmosfer masa lalu secara langsung," tegas Ning Ayu.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan agenda pemajuan kebudayaan untuk memastikan identitas daerah tetap diwariskan secara berkesinambungan kepada generasi muda.

"Harapan kita bersama adalah merawat dan menularkan tradisi ini kepada anak cucu kita agar cerita rakyat dan legenda lokal tidak tergerus oleh perkembangan zaman," tambahnya.

Di balik kesuksesan pementasan tersebut, proses persiapan dilakukan di tengah padatnya jam operasional medis. Ning Ayu mengungkapkan bahwa seluruh tim pemeran hanya menjalani latihan intensif sebanyak lima kali dengan durasi 40 hingga 50 menit per sesi seusai jam pelayanan rumah sakit.

Meski dipersiapkan dalam waktu yang sangat terbatas, kolaborasi dari jajaran tenaga kesehatan dan tokoh daerah ini berhasil menyajikan karya seni berkualitas tinggi. Pementasan drama kolosal Dewi Rengganis pada penutupan HUT ke-81 RI ini menjadi bukti nyata komitmen lintas sektor di Kabupaten Probolinggo dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan warisan budaya daerah. (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda