Pasuruan - radar-nasional.com Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke KPSP Setia Kawan di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Koperasi peternak sapi perah modern tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri susu lokal.
Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Hj. Anik Maslachah mengatakan potensi peternakan sapi perah di Pasuruan harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurutnya, hubungan yang kuat antara koperasi dan anggota menjadi kunci peningkatan produksi susu, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
“Kita harus memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap koperasi. Jika hubungan koperasi dan anggota berjalan baik, produksi susu akan meningkat,” ujarnya.
Anik juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan susu agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Ia mendorong agar produk susu lokal dikemas lebih menarik dan memiliki variasi produk yang lebih kreatif sehingga mampu menarik minat pasar.
“Produk susu harus diolah lebih variatif agar memiliki daya tarik tersendiri,” katanya.
Selain itu, Komisi B DPRD Jatim meminta adanya dukungan bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat industri susu lokal. Menurut Anik, peningkatan kualitas dan produksi susu lokal dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu.
Bahkan, ia berharap ke depan Indonesia tidak hanya mengurangi impor, tetapi juga mulai menargetkan ekspor susu guna meningkatkan devisa dan kesejahteraan peternak.
“Kalau produksi dan kualitas meningkat, kita bisa berpikir untuk ekspor, bukan hanya mengurangi impor,” jelasnya.
Komisi B DPRD Jatim juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk memperluas pengembangan koperasi peternak sapi perah di Kecamatan Tutur agar daya saing susu lokal semakin kuat.
Sementara itu, Ketua KPSP Setia Kawan, Ir. H. Sulistiyanto berharap pemerintah membantu pengadaan impor sapi perah dengan harga terjangkau melalui dukungan pembiayaan lembaga keuangan.
Menurutnya, harga sapi impor yang lebih murah akan memudahkan peternak untuk menambah populasi sapi perah dengan sistem cicilan.
“Kalau pemerintah impor sapi perah dengan harga terjangkau, populasi ternak di Kecamatan Tutur akan meningkat dan stok susu juga bertambah,” ujarnya.
Sulistiyanto menyebut kebutuhan susu saat ini terus meningkat, termasuk untuk mendukung program pemerintah MBG.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir sejumlah pimpinan dan anggota aktif Komisi B DPRD Jawa Timur, di antaranya Wakil Ketua Much. Abdul Qodir, H. Deni Prasetya, Erma Susanti, M. Hadi Setiawan, Indra Widya Agustina, serta Ro’aitu Nafif Laha. ( Vin )