PROBOLINGGO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan komitmen kepedulian sosialnya dengan menggelar kegiatan Gebyar 10 Muharram 1448 H / 2026 M. Dalam momentum religius ini, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 1.215 anak yatim-piatu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Mengusung tema "Dengan Semangat Hijriyah Kita Jaga Anak Yatim Menjadi Generasi yang Tangguh dan Handal", acara penyerahan simbolis tahun ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Kraksaan, pada Kamis 25/6/2026
Ketua BAZNAS Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang konsisten (istiqomah) digelar setiap tahun. Langkah ini didasarkan pada tuntunan dan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk memuliakan serta menyantuni anak yatim pada hari Asyura (10 Muharram).
"Ini adalah program tahunan BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang sudah lama berjalan secara istiqomah. Landasan utamanya adalah menjalankan anjuran Kanjeng Nabi untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim," ujar H. Muzammil dalam sambutannya.
Kolaborasi Strategis dan Penyesuaian Anggaran
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dipusatkan secara meriah di Gedung Madakaripura, pelaksanaan Gebyar 10 Muharram tahun ini dikemas dalam konsep yang lebih sederhana. Penyesuaian ini dilakukan karena sebagian anggaran tahunan 2026 telah dialokasikan untuk program kolaborasi berskala besar bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur pada bulan Ramadan lalu.
"Dana kegiatan pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sebagian sudah terserap pada bulan Ramadan kemarin karena kami berkolaborasi dengan BAZNAS Jatim. Oleh sebab itu, dengan keterbatasan dana yang ada, kegiatan tahun ini kami laksanakan secara sederhana di Kantor Kecamatan Kraksaan," jelasnya.
Perluasan Sasaran: Gandeng Jenjang TK dan SMP
Ada hal baru dalam penyaluran santunan periode ini. BAZNAS Kabupaten Probolinggo melakukan perluasan segmentasi penerima manfaat dengan merangkul anak-anak yatim di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan bantuan dan menghindari kecemburuan antarinstitusi pendidikan.
Secara umum, setiap kecamatan mendapatkan kuota dasar sebanyak 50 anak yatim, dengan rincian wajib 20 anak dari jenjang SMP, sementara 30 kuota sisanya diserahkan kepada kebijakan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdasmen untuk dialokasikan ke jenjang SD atau TK.
Khusus untuk Korwil Kraksaan, terdapat penambahan kuota sebanyak 15 anak SD atas pengajuan berkas dari wilayah setempat, sehingga total keseluruhan penerima manfaat di Kabupaten Probolinggo menggenapi angka 1.215 anak.
Target Distribusi Rampung dalam Tiga Hari
Pasca-seremonial simbolis yang digelar hari ini, BAZNAS Kabupaten Probolinggo bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan langsung ke titik-titik korwil kecamatan.
"Mulai hari Senin besok, tim BAZNAS akan langsung turun ke lapangan. Target kami, setiap harinya ada 6 korwil yang tersisir. Dengan skema ini, proses distribusi santunan kepada seluruh anak yatim di Kabupaten Probolinggo diproyeksikan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan," pungkas H. Muzammil. (mis)