Psikolog UMY Duga Ibu di Bantul Ikat-Tinggalkan Anak di Rumah Dipicu. Tekanan - RADAR-NASIONAL.COM

Kamis, 04 Juni 2026

Psikolog UMY Duga Ibu di Bantul Ikat-Tinggalkan Anak di Rumah Dipicu. Tekanan

Bantul — radar-nasional.com  Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Anita Aisah, menilai perilaku seorang ibu yang melakban anaknya dan meninggalkannya di kontrakan Pleret, Bantul karena baby blues merupakan hal yang tidak benar. Selain itu, Anita menilai sang ibu kurang dukungan sosial.
"Dari perspektif psikologi, perilaku kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun," kata Anita saat dihubungi detikJogja, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, Anita menyebut jika ibu menjalani pengasuhan seorang diri karena suami di luar kota, yang bersangkutan mungkin menghadapi berbagai tekanan. Adapun tekanan itu seperti kelelahan fisik, beban pengasuhan, kesepian atau mungkin masalah ekonomi.

"Yang juga kurang adanya dukungan sosial. Sehingga tekanan-tekanan tersebut memunculkan emosi negatif seperti marah, frustasi hingga stres," ujarnya.

Anita menyebut, semua analisis itu menggunakan teori E-motion focused coping. Berdasarkan teori tersebut, individu berusaha mengurangi ketidaknyamanan emosional yang dirasakannya.

"Sayangnya regulasi emosi tidak memadai dan dukungan sosial terbatas," ucapnya.

Akan tetapi, ketika mekanisme coping yang sehat tidak berkembang, seseorang bisa menggunakan kekerasan sebagai regulasi emosi yang keliru.

"Perlu ditelusuri lebih lanjut bagaimana kondisi psikologis ibu, riwayat pengasuhan sebelumnya, kemampuan mengelola emosi serta berbagai faktor lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap munculnya perilaku tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi seorang balita dengan kondisi mulut, kaki hingga tangan terlakban ditemukan di kamar kontrakan daerah Kedaton, Pleret, Bantul. Orang tua bayi tersebut ternyata sengaja meninggalkan anaknya dan beruntung ketahuan tetangganya.

Sedangkan motifnya karena kelelahan mengurus anak dan sang ibu ingin refreshing dengan cara keluar dari rumah. Kasus tersebut selesai dengan cara kekeluargaan usai sang suami tidak jadi melaporkan istrinya ke polisi. ( Red )

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda