Jember - radar-nasional.com Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan event Jember Fashion Carnaval (JFC) bukan sekadar agenda tahunan biasa, melainkan instrumen penting penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, dukungan Pemkab Jember terhadap JFC didasarkan pada kajian matang yang membuktikan dampak nyata terhadap perputaran uang dan sektor ekonomi informal.
"Saya tidak begitu saja menerima dan mendukung JFC. Kami kaji terlebih dahulu, dan ternyata dampaknya luar biasa. Selain mengangkat seni dan fashion, JFC juga menggerakkan perputaran ekonomi di Kabupaten Jember, terutama sektor ekonomi informal," katanya, Sabtu (25/7/2026).
Bupati Fawait menilai, JFC memberikan multiplier effect bagi daerah. Manfaatnya dirasakan langsung oleh industri kreatif, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga para pelaku UMKM.
Melihat dampak positif tersebut, Pemkab Jember berencana memperbanyak agenda serupa. Bahkan, di hadapan desainer Bubah Alfian, Fawait memberikan tantangan khusus agar ajang karnaval bisa digelar berkala.
"Saya tantang Mas Bubah bersama OPD terkait untuk membuat acara karnaval setiap bulan atau paling tidak setiap tiga bulan. Ini penting untuk melahirkan generasi Jember yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.
Tidak hanya membahas JFC, pria yang karib disapa Gus Fawait itu, juga memanfaatkan momen tersebut. Untuk mempromosikan komoditas unggulan ekspor milik Jember, seperti edamame, kopi, tembakau, okra, hingga cerutu.
"Kalau datang ke Jember, sayang kalau tidak mengunjungi pabrik cerutu. Jember merupakan salah satu eksportir cerutu terbesar di Indonesia," paparnya.
Gus Fawait menegaskan, bahwa setiap event yang didukung pemerintah. Harus memiliki manfaat yang terukur dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
"Saya sudah menyampaikan kepada kepala OPD, saya tidak ingin menyelenggarakan event yang secara perhitungan tidak memberikan dampak. Semua event yang kita laksanakan sudah dikaji agar memiliki multiplier effect terhadap perekonomian. Tujuan akhirnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pengentasan kemiskinan," tambahnya.
Sementara itu, desainer JFC, Bubah Alfian mengapresiasi pendekatan terukur Pemkab Jember. Dia mengaku terkesan karena setiap gagasan kini dikaji mendalam sebelum dieksekusi.
"Saya tertarik ketika Gus (Fawait) menyampaikan semua ide dikaji terlebih dahulu, tidak semuanya langsung diiyakan. Ketika akhirnya diputuskan, hasilnya justru lebih dari ekspektasi saya," ungkapnya.
Bubah menambahkan, tingginya daya tarik JFC tahun ini mulai terlihat dari padatnya akses transportasi menuju Jember menjelang puncak acara. Yakni akses penerbangan Jakarta-Jember yang digagas oleh Bupati Fawait.
"Yang penting semakin banyak orang datang ke Jember dan tahu bahwa Jember punya potensi yang luar biasa," pungkasnya. ( *** )