Memperkuat UMKM, DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Olahan Frozen Food di Maron - RADAR-NASIONAL.COM

Jumat, 07 Agustus 2026

Memperkuat UMKM, DKUPP Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Olahan Frozen Food di Maron

PROBOLINGGO – Radar-nasional.com Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kapasitas pelaku industri kecil. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan produk produk beku (frozen food) berbahan dasar daging unggas yang digelar di Graha Kedaton Maron pada Rabu (5/8/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh 50 pelaku usaha industri kecil dari Kecamatan Krejengan dan Gending. Kegiatan dipandu langsung oleh Ari Hermawati, pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sukses sekaligus pemilik NC Cookies dari Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar.

Dalam sesi praktikum, para peserta dibekali keterampilan mengolah daging ayam menjadi beragam produk bernilai tambah, seperti rolade dan pentol. Tak hanya standar pengolahan dan higiene sanitasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam terkait teknik pengemasan, standar kualitas, serta strategi pemasaran digital untuk menangkap peluang pasar frozen food yang kian meningkat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, yang ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Sugeng Wiyanto menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjadikan sektor UMKM sebagai penggerak utama perekonomian masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pembinaan dari DKUPP tidak berhenti pada peningkatan keterampilan produksi semata.

"Kami tidak hanya memberikan pelatihan pembuatan produk. Pelaku UMKM yang belum memiliki perizinan akan kami dampingi hingga seluruh izinnya lengkap. Setelah itu, apabila membutuhkan tambahan modal usaha, kami siap memfasilitasi akses permodalan," tegas Sugeng.

Menurutnya, frozen food memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern akan sajian yang praktis, tahan lama, dan bernutrisi. Namun, keberhasilan produk di pasar yang kompetitif menuntut pemahaman yang utuh mengenai pengemasan, legalitas, hingga manajemen usaha.
"Ikuti pelatihan ini dengan santai, tetapi ilmunya harus dipahami dan dipraktikkan. Saya yakin para peserta memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku usaha sukses yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," lanjutnya.

Guna memastikan keberlanjutan program, DKUPP Kabupaten Probolinggo 
berkomitmen melakukan pendampingan pascapelatihan. Pendampingan ini diwadahi dalam forum komunikasi yang melibatkan perbankan, instansi terkait, dan berbagai mitra usaha untuk mengurai kendala pembiayaan, pemasaran, maupun pengembangan produk.

Melalui program terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo optimistis dapat mencetak pelaku UMKM yang mandiri, berdaya saing tinggi, serta mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui lahirnya industri pangan lokal yang inovatif dan berkelanjutan. (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda