Pasuruan — radar-nasional.com Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Doa bersama.
Acara bertajuk "Doa Keselamatan untuk Kabupaten Pasuruan" ini dihadiri oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo; Sekda Yudha Triwidya Sasongko, para Asisten, Staf Ahli hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan undangan lainnya.
Tampak pula beberapa alim ulama diantaranya Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin; KH M.Nawawi; KH Tantowi Jauhari, KH. Faisol Amrullah, dan ulama lainnya.
Tak banyak yang disampaikan Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini dalam memberikan sambutannya di hadapan seluruh undangan. Hanya doa singkat dan harapan yang sederhana, yakni dijauhkan dari segala mara bahaya serta Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur (indah dan subur alamnya, dengan penduduk yang selalu bersyukur atas nikmat yang mereka terima).
"Selamat menyambut Tahun Baru 1448 hijriah. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan semoga Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," katanya.
Tak lupa, Mas Rusdi mengajak seluruh masyarakat kabupaten pasuruan untuk menjadikan semangat hijrah dalam peringatan Tahun Baru Muharram sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari berhijrah dari sikap yang kurang baik menuju akhlak yang lebih mulia, dari perpecahan menuju persatuan, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari kepentingan pribadi menuju kepedulian terhadap sesama," imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, kebersamaan dan gotong royong merupakan kekuatan utama yang harus terus kita jaga. Dengan persatuan, kerja keras, dan doa, insya allah kabupaten pasuruan akan semakin maju, sejahtera, berdaya saing, serta tetap berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal.
"Semoga tahun yang baru ini membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat kabupaten pasuruan. Mari kita songsong masa depan dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih bermanfaat bagi sesama," tutupnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menyampaikan Tahun baru hijriyah bukan sekedar pergantian angka dalam penanggalan islam. Peristiwa hijrah rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah mengandung makna yang sangat mendalam. Yaitu semangat perubahan menuju keadaan yang lebih baik, memperkuat persaudaraan, membangun peradaban, dan meneguhkan nilai-nilai keimanan serta ketakwaan kepada allah swt.
"Momentum tahun baru hijriyah hendaknya menjadi sarana introspeksi bagi kita semua. Kita evaluasi perjalanan yang telah dilalui, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat tekad untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, masyarakat, dan kita semua," ucapnya. (Red)