KRAKSAAN – radar-nasional.com Sukses menjadi magnet bagi para pencinta unggas tradisional, gelaran Lomba Gacoran Perkutut Lokal Bupati Probolinggo Cup III Tahun 2026 resmi digelar pada Minggu (12/7/2026) pagi. Bertempat di halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Probolinggo, Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, ajang bergengsi ini menjadi puncak dari rangkaian latihan bersama (latber) yang telah berjalan mandiri selama setahun terakhir.
Kompetisi berskala regional ini diinisiasi oleh Komunitas Persatuan Pelestari Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korwil Probolinggo Raya. Dibuka langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo sekaligus Pembina P4LSI Probolinggo Raya, Taufik Alami, pembukaan acara ditandai secara simbolis melalui pelepasliaran 100 ekor perkutut lokal sebagai bentuk komitmen pelestarian alam.
Peningkatan Kualitas dan Transparansi Penjurian
Dalam sambutannya, Taufik Alami mengapresiasi lompatan kualitas yang ditunjukkan pada penyelenggaraan tahun ketiga ini. Menurutnya, aspek transparansi sistem penilaian dan soliditas kepanitiaan menjadi kunci utama meningkatnya kepercayaan peserta.
"Kami menilai kualitas dan solidaritas pada Gacoran Perkutut Lokal Piala Bupati yang ketiga ini semakin meningkat. Penyelenggaraannya lebih transparan, jujur, serta tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan," ujar Taufik.
Guna menjamin objektivitas mutlak, panitia menerapkan rasio penjurian yang ketat pada 120 gantangan yang disediakan. Setiap juri hanya ditugaskan untuk mengawasi dan menilai dua gantangan. Formasi ini diterapkan agar proses penilaian berlangsung lebih fokus, optimal, sekaligus meminimalisasi potensi kekeliruan rekapitulasi poin.
Geliat Ekonomi Kreatif dan Sosialisasi Program Daerah
Lebih dari sekadar ajang menyalurkan hobi dan silaturahmi, Pemkab Probolinggo memandang kontes kebudayaan ini sebagai media komunikasi publik yang strategis.
"Melalui ajang seperti ini, kami dapat menyampaikan berbagai program pemerintah daerah secara langsung, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi lokal serta isu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," tambah Taufik.
Tingginya antusiasme terlihat dari hadirnya sekitar 1.000 peserta yang memadati lokasi acara. Tidak hanya didominasi lanskap tapal kuda seperti Banyuwangi, Lumajang, Jember, dan Pasuruan, kompetisi ini juga menarik minat pehobi (kungkuman) dari Madura, Blitar, Malang, hingga lintas provinsi asal Jawa Tengah.
Ketegasan Regulasi demi Menjaga Marwah Kompetisi
Pada edisi Bupati Probolinggo Cup III ini, panitia membuka delapan sesi perlombaan yang mencakup Kelas Point, Gacoran Bebas, Gacoran Lokal Alam, dan Kelas Reguler. Secara rinci, kategori yang dipertandingkan meliputi:
• Point 100 Lokal Alam
• Gacoran Lokal Alam
• Point 150 Lokal Alam
• Point 250 Bebas
• Gacoran Bebas
• Point 150 Bebas
• Point 200 Bebas
• Point 100 B Bebas
Ketua Korwil P4LSI Probolinggo Raya, Arief Rochmat Hidayat, menegaskan bahwa penegakkan aturan dilakukan tanpa pandang bulu demi menjaga integritas kompetisi. Kendati sempat diwarnai insiden kecil yang berujung sanksi diskualifikasi, hal tersebut merupakan komitmen bersama yang telah disepakati sejak awal.
"Ketegasan ini harus kami tegakkan demi marwah perlombaan, karena seluruh aturan telah disampaikan dan disetujui bersama sebelum dimulai. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja maksimal menjaga ketertiban," pungkas Arief.
Selain memperebutkan trofi bergengsi, piagam, dan uang pembinaan, daya tarik kompetisi ini kian semarak dengan jajaran doorprize bernilai ekonomis tinggi, mulai dari sepeda listrik, sepeda gunung, hewan ternak kambing, hingga sangkar perkutut kelas premium. P4LSI Probolinggo Raya berharap sinergi bersama Pemkab Probolinggo dapat terus terjaga agar event ini mampu bertransformasi menjadi agenda wisata tahunan berskala nasional. (mis).