Lombok Utara – radar-nasional.com Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah mencapai lebih dari 70 persen atau hampir 80 persen. Pemerintah daerah menargetkan infrastruktur sekolah rampung sebelum akhir Agustus sehingga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dimulai pada 31 Agustus 2026.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU, Fathurrahman, mengatakan proses pembangunan fisik sekolah masih berlangsung dan ditargetkan selesai sesuai jadwal.
“Kita akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Agustus mendatang. Saat ini kita memang masih menunggu gedung tersebut selesai seutuhnya,” ujarnya, Senin (20/7).
Fathurrahman menjelaskan kuota peserta didik sebanyak 270 orang telah terpenuhi. Namun, komposisi rombongan belajar (rombel) mengalami penyesuaian karena jumlah pendaftar jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak memenuhi target. Dari rencana tiga rombel atau 90 siswa, hanya satu rombel dengan 30 siswa yang terisi. Sementara itu, jenjang SMP diisi 120 siswa dalam empat rombel dan jenjang SMA juga diisi 120 siswa dalam empat rombel.
“Harusnya untuk SD itu ada tiga rombel atau 90 siswa, namun yang terisi hanya satu rombel berisi 30 orang. Untuk menutupi kekurangan kuota tersebut, kami mengambil kebijakan dengan mengalihkan masing-masing satu rombel tambahan untuk tingkat SMP dan SMA,” terangnya.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Dinsos PPPA KLU menyiapkan skema pemenuhan tenaga pendidik melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) KLU serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Sebanyak 23 guru dibutuhkan untuk operasional awal sekolah. Selama proses rekrutmen guru tetap oleh Kementerian Sosial masih berlangsung, pemerintah akan memanfaatkan guru-guru lokal sebagai tenaga pendidik sementara.
“Untuk sementara, kita menggunakan guru-guru yang ada di KLU sebagai guru tamu. Ini untuk mengisi kekosongan sembari menunggu guru tetap yang direkrut oleh Mensos datang,” tuturnya.
Fathurrahman memastikan penugasan guru tamu hanya bersifat sementara, diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan dan tidak sampai satu semester. “Kita mulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah itu tanggal 31 Agustus. Karena menunggu gedung itu jadi dulu,” pungkasnya. (Red)