PROBOLINGGO — Radar-nasional.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Baznas Provinsi Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Program tanggap bencana ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (5–9/10/2026).
Penyaluran air bersih tersebut menjangkau 10 dusun di lima desa yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Secara keseluruhan, program kolaborasi ini memberikan manfaat langsung kepada 933 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.925 jiwa yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, menyampaikan bahwa sinergi lintas lembaga ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Probolinggo berperan memberikan pemetaan data lokasi dan kondisi riil wilayah rawan kekeringan.
"Masalah air bersih ini merupakan hasil kolaborasi antara Baznas Jatim, Baznas Kabupaten Probolinggo, dan BPBD. BPBD adalah pihak yang paling memahami titik-titik rawan kekeringan di lapangan," ujar Muzammil.
Ia menambahkan, keterbatasan akses air bersih sangat berdampak pada aspek sanitasi dan kesehatan masyarakat. Di beberapa wilayah, seperti Desa Tigasan Kulon, warga sama sekali tidak memiliki sumur khusus maupun sumber mata air alami.
"Saat musim kemarau, warga harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, bantuan ini sangat dinantikan dan disambut antusias oleh warga," tuturnya.
Rincian Sebaran Penyaluran Air Bersih
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap di beberapa kecamatan terdampak:
Senin (5/10/2026): Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces (Dusun Deggedeg: 34 KK/140 jiwa; Dusun Gonggo: 162 KK/559 jiwa).
Selasa (6/10/2026): Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas (Dusun Krajan dan Dusun Mendek Wetan: 67 KK/185 jiwa).
Rabu (7/10/2026): Kecamatan Tegalsiwalan (Dusun Plerenan Kidul, Desa Bulujaran Kidul dan Dusun Paoan, Desa Tegalsono: 184 KK/552 jiwa).
Kamis (8/10/2026): Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan (Dusun Bubur dan Dusun Lampekan: 280 KK/667 jiwa).
Jumat (9/10/2026): Desa Jangkang, Kecamatan Tiris (Dusun Curah Pakis dan Dusun Paokecik: 206 KK/822 jiwa).
Langkah Lanjutan dan Solusi Jangka Panjang
Sebagai langkah penanganan lanjutan, Baznas Kabupaten Probolinggo berencana mengadakan bantuan jerigen bagi warga kurang mampu untuk mempermudah penyimpanan air bersih.
Selain bantuan darurat, Muzammil juga mendorong adanya solusi permanen dari pemerintah pusat dan pihak terkait guna mengatasi ancaman kekeringan tahunan di Kabupaten Probolinggo.
"Kami menyarankan adanya program pengeboran sumber mata air dari pemerintah pusat serta perluasan jaringan pipanisasi oleh PDAM. Kolaborasi jangka panjang ini penting agar daerah rawan kekeringan mendapat perhatian yang berkelanjutan," pungkanya. (mis)