PROBOLINGGO — Radar-nasional.com - Sejumlah warga dan nelayan menggelar aksi demonstrasi damai di Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Paiton, Probolinggo. Aksi ini dilakukan guna menuntut percepatan penanganan pendangkalan laut di area pintu masuk kolam labuh yang kian membahayakan keselamatan pelayaran.
Hadir dalam kegiatan Aksi damai Nonot Wijayanto Kepala PPP Mayangan, Muhammad Su'udi Kordinator IPPP Paiton, Polairut, Komandan pos TNI AL Paiton Kapten (P) Jumadi, Bin, Kodim, Komandan lapangan Tembak, TNI AL Paiton
Koordinator Aksi, Saifullah, menjelaskan bahwa pendangkalan dasar laut di alur masuk pelabuhan sangat mengganggu aktivitas keluar-masuk perahu nelayan, terutama saat air laut surut.
"Jika cuaca tenang, perahu mungkin masih bisa bertahan. Namun, saat angin kencang dan gelombang naik, risiko perahu terbentur bebatuan di sebelah barat sangat tinggi. Kami meminta pemerintah memprioritaskan alokasi anggaran untuk pengerukan dan penambahan penahan batu di pintu masuk kolam labuh ini," tegas Saifullah saat memberikan keterangan, [Senin/19/10/2026].
Saifullah menekankan bahwa IPPP Paiton merupakan sentra perekonomian vital bagi masyarakat pesisir Probolinggo maupun sektor perikanan daerah. Apabila masalah ini dibiarkan tanpa penanganan cepat, potensi timbulnya musibah seperti kapal karam atau pecah akan semakin tinggi, yang berujung pada kerugian ekonomi yang masif bagi para nelayan.
Tanggapan Pihak Syahbandar PPP Mayangan
Menanggapi tuntutan warga, Kepala Syahbandar PPP Mayangan, Nonot Wijayanto, menyampaikan apresiasinya atas penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung secara tertib dan kondusif. Pihaknya memaklumi kekhawatiran warga dan mengakui bahwa area pelabuhan memang membutuhkan perawatan secara berkala.
"Penyampaian aspirasi seperti ini adalah hal yang wajar karena masyarakat membutuhkan kepastian. Kami akui fenomena sedimentasi dan pengikisan dasar laut memang terjadi dan membutuhkan pengerukan berkala," ujar Nonot Wijayanto.
Nonot menambahkan, pihak Syahbandar akan segera meneruskan hasil penyampaian aspirasi ini kepada jajaran pimpinan di tingkat provinsi hingga ke Gubernur Jawa Timur guna mendapatkan arahan dan tindak lanjut anggaran.
"Meski saat ini terdapat penyesuaian skala prioritas anggaran di tingkat nasional, kami tetap berkomitmen menyampaikan desakan ini kepada Gubernur. Kita semua berharap penanganan alur pelabuhan Paiton dapat segera direalisasikan demi keselamatan nelayan dan kelancaran perekonomian masyarakat Probolinggo," pungkasnya.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berakhir dengan aman dan lancar tanpa mengganggu operasional umum di kawasan pelabuhan. (mis)