Disdikdaya Probolinggo Buka Program Pendidikan Kesetaraan dan Vokasi Bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan - RADAR-NASIONAL.COM

Rabu, 19 Agustus 2026

Disdikdaya Probolinggo Buka Program Pendidikan Kesetaraan dan Vokasi Bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan

PROBOLINGGO – Radar-nasional.com Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo secara resmi meluncurkan program pembelajaran kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang diintegrasikan dengan pendidikan vokasi bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Rabu (19/8/2026).

Program pendidikan nonformal ini diikuti oleh 56 warga belajar, yang terdiri atas 21 peserta Paket A (setara SD), 23 peserta Paket B (setara SMP), dan 12 peserta Paket C (setara SMA).

Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho, jajaran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan, serta para tutor, instruktur, dan tenaga pendidik.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di rutan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak atas pendidikan bagi seluruh warga masyarakat tanpa diskriminasi.

"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Rutan Kraksaan, Disdikdaya, dan SKB Kraksaan atas kolaborasi strategis ini. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk memastikan tidak ada warga negara yang kehilangan hak belajarnya," ujar Hary.

Hary menekankan bahwa keberadaan program Paket A, B, dan C memberikan kesempatan bagi warga binaan yang sebelumnya terputus pendidikan formalnya untuk mendapatkan ijazah setara. Kendati demikian, ia mengingatkan agar orientasi pembelajaran tidak sekadar berfokus pada kelulusan administratif.
"Ijazah merupakan bukti formal kelulusan, tetapi transformasi pengetahuan, sikap, karakter, dan peningkatan keterampilan adalah tujuan utama. Oleh sebab itu, pendidikan vokasi diselipkan agar para warga binaan memiliki keahlian praktis yang siap dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat," tegasnya.

Ia juga memberikan dorongan moral kepada para peserta didik agar memandang masa lalu sebagai pembelajaran, bukan akhir dari perjalanan hidup.

"Jangan anggap masa lalu sebagai penutup jalan. Manfaatkan kesempatan belajar ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik," imbuh Hary.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, mengimbau seluruh warga binaan yang terdaftar agar mengikuti proses pembelajaran dengan penuh ketekunan dan keikhlasan.
"Meskipun berada dalam keterbatasan ruang gerak, perhatian dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo tetap hadir secara nyata. Ini adalah peluang emas bagi para warga binaan untuk membekali diri dengan ilmu dan keterampilan," kata Galih.

Galih berharap sinergi antara Rutan Kraksaan, Pemkab Probolinggo, dan SKB Kraksaan ini dapat terus berkelanjutan. Menurutnya, pembekalan akademis dan vokasional selama masa pembinaan merupakan modal penting agar warga binaan dapat diterima kembali oleh masyarakat secara produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana," pungkasnya.  (mis)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda